Tag Archives: Buku

Ngebaca

Harry Potter 7

                                                                      Harry Potter 7 (http://www.hp-lexicon.org/)

Sebetulnya ane udah punya buku ini lama banget, tapi baru ane baca sebagian. Kalau baca buku ini ane sering pusing, mungkin karena tebel banget yak. Ane mulai baca lagi, tapi bacanya juga belum selese hehe.

Ya ngebaca, ane dari dulu suka baca bahkan dari dalam kandungan. Hanya buku yang bisa menemani ane di waktu kuker. Mulai dari karya-karya bang Andrea Hirata ane udah baca. Bang Andrea menurut ane adalah penulis yang super keren, dan setiap buku yang ditulisnya punya alur yang unik dan beda dari yang lain. Kalu karyanya Raditya Dika sih ane belum baca, soalnya jarang yang punya dan ane kesulitan pinjem. Yang sering ane baca itu buku-buku sejarah, sejarah Indonesia atau luar ane sikat semua. Maklum ane History Maniac. Ane juga suka baca biografi-biografi tokoh terkenal seperti Soekarno, Buya HAMKA, Soeharto, dll.

Lanjut, kebiasaan ngebaca ane membuat ane sering dateng ke perpustakaan sekolah dan perpustakaan punya pemerintah daerah. Perpustakaan buat ane adalah tempat yang menyenangkan. Tapi, ane miris liat orang-orang yang ngga bertanggung jawab ngrusakin fasilitas umum ini. Kadang mereka ngoret-ngoret meja, naruh buku sembarangan, ngga ngembaliin buku, atau bukunya di jual. Haha namanya juga Indonesia!

Kadang-kadang ane ngga sempat ngebaca buku, soalnya ane harus sekolah tugasnya banyak dan banyak urusan organisasi pula. Buat ngatasin ini, ane ngebaca pas jam istirahat sekolah atau malem sebelum tidur. Yang penting ngebaca lah!

 

#Indonesiakurangbaca

Membaca berarti membuka jendela dunia

Begitulah pepatah yang sering ane dengar dari guru-guru ane. Pasti sejak kecil kita sudah di cekoki slogan-slogan semacam diatas. Orang tua kita dan sesepuh kita berharap kelak kita memiliki minat baca yang tinggi. Orang tua kita sadar, bahwa dengan membaca maka akan tercipta generasi-generasi baru yang berintelektual tinggi dan dapat berperan dalam pembangunan bangsa ini.

Hampir semua tokoh-tokoh sukses dunia memiliki hobi membaca. Soekarno sang proklamator, SBY sang penerima adhimakayasa dan Presiden ke 6 RI, David Cameroon, Barack Obama, mereka semua maniak buku. Tak ayal apabila kesuksesan begitu mudah mereka raih.

Kembali ke topik, ane melihat budaya membaca di kalangan bangsa Indonesia begitu lemah. Menurut ane itu karena kita kurang sarpras (sarana prasarana). Budaya slogan “Membaca sama dengan membuka jendela dunia” sudah sering kita teriakkan, namun apadaya sebuah slogan tanpa alat pelaksananya yaitu buku. Keberadaan buku di kalangan rakyat Indonesia menurut ane masih jadi barang yang mewah. Kadang orang tua tidak membelikan buku kepada sang anak hanya karena “Nanti bukunya nggak dibaca!”. Hal ini ditambah harga buku yang mahal, yang sulit dijangkau keluarga menengah ke bawah. Coba kita bandingkan dengan Rusia, di sana anak kecil di wajibkan membaca paling sedikit 3 buah buku perbulan dan harga buku disana murah katanya.

Keterlambatan penerjemahan juga menjadi kendala bagi dunia baca-membaca di Tanah Air. Disini, jika ada buku luar yang bagus terjemahanya bisa jadi berbulan-bulan lamanya. Sedangkan di Jepang, terjemahan sudah ada sekitar 7 hari dari buku aslinya terbit.

Loh emang itu aja faktornya? nggak kok! masih ada faktor lain termasuk kurangnya dukungan pemerintah bagi penulis-penulis baru, jarangnya lembaga pelatihan menulis, kurang lengkapnya isi perpustakaan di daerah, kurang meratanya pendistribusian buku di pelosok.

Ane hanya bisa berharap ada tindak lanjut pemerintah untuk mengatasi hal ini. Termasuk membantu saudara-saudara kita yang kekurangan fasilitas buku dan perpustakaan di daerah pelosok dan daerah-daerah perbatasan kita. Mereka juga bagian dari kita, mereka juga berhak untuk maju dan memajukan Indonesia. Dantentunya ane juga berharap supaya membaca menjadi budaya bangsa Indonesia biar nggak ada lagi kata #Indonesiakurangbaca